setelah empat tahun yang panjang…insya Allah minggu ini menjadi kuliah terakhirku di ITB…dulu di awal, kuliah pertamaku adalah Bahasa INggris jam 7 pagi hari senin di GKU Barat 9137..nah kuliah terakhir minggu ini sayangnya bukan hari jumat di jam terakhir, tapi ada kuliah tambahan di hari sabtu…sungguh ironis..

overall lumayanlah kuliah di kampus gajah ini, banyak ilmu(thanks to dosen2) dan teman baru (thanks to 2005 TI) dan hal lain yang sungguh berkesan.

semoga bisa segera mengakhiri status mahasiswa ini dengan baik..bismillah..

Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana. “Sedang apa kau disini anak muda?” tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. “Apa yang kau risaukan..?” Anak muda itu menoleh ke samping, “Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?” Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, “di depan sana , ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. “Ya…tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu” sang Kakek mengulang kalimatnya lagi. Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu. Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana . Gerakannya semakin liar. Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, “Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah. ” Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu. “Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?” Sang Kakek menatap pemuda itu. “Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.” “Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri.” Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya. *** Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya. Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh. Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani h id up kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita. Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu “hinggap” di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.

akhirnya setelah sekian lama….

setelah gagal login mlulu dari dunia perbloging-an..

kami buka lagi secara resmi blog ini..hihi

bismillah,semoga barakah…

Taqabalallahu Minna Wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Mohon Maaf Lahir Dan BAtin

sms di menjelang pagi buta (23:55) beberapa waktu yg lalu mengejutkanku..

0852xxxxxxxx : Asw.akhi,saya mo blng ke ente, mksh title blog ente “Bergerak atau Tergantikan” sgt menginspirasi sy,itu terjadi dalam hidup saya. saya terlambat meng-execute& akhirnya tergantikan

tertegun saya membacanya..ada apa gerangan..segera saja kubuka Almaidah:54..

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

mungkin itulah awal di mana saya memutuskan kenapa saya menamai blog saya ini seperti itu. surat di atas adalah awal di mana saya memasuki sebuah organisasi aneh..dulu disuruh ngpalin gitu deh…sebelum diceburin ke dalam airterjun yang ntahpapa

hmm..gak akan membahas tg sejarahnya sih,  tapi hanya ingin sedikit ,melihat dari sisi lain. melihat gejala ynag terjadi dlam permasalahan umat ini. baik itu umat manusia maupun umat islam pada umumnya. bila diamati sekarang ini perubahan dalam diri manusia adalah hal yang perlu untuk dilakukan, dan sesuai ayat itu agar kita tidak digantikan..dalam konteks yg lebih global..persaingan tinggi yang ada sekarang membuat sesorang harus selalu berpikir,added value apakah yang dia bisa punya yang lebih baik daripada orang lain
. dan secara garis besar lagi konteks transformasi ummat adalah hal yang harus dipenuhi, tidak saja karena mengikuti arus, tapi ummat ini memang butuh berubah. dan apkah Islam bisa mengakomodir perubahan?

jawabnya YA, itu jelas sekali, bahkan anjuran untuk terus berbuat baik dan berubah tiap saat adalah hal yang sudah sangat sering sekali kita denganr, termasuk dalam konteks ayat di atas. tapi yang terjadi sekarang adalah gerakan perubahan yang ada yang masih belum bisa terlihat dilakukan. orang-orang hanya resah sesaat saja, entah apakah karena tidak tau ato hanya cuma mampu mnyalkahkan keadaan saja.

di sisi yang lain, kemalasan orang bergerak menuju perubahan adalah adanya rasa nyaman dengan kondisi sekarang. manajemen perubahan secara nyata memang menawarkan beberaapa kemungkinan, baik itu keberhasilan maupun kegagalan dan keberhasilan yang ada berbanding luirus dgn kondsi sekarang, artinya tidak akan menemui kondisi yang leih bruk. akan tetapi apakah manusia mau berubah dalam hal ini ke arah yang lebih baik? beberapa malam yang lalu sempat diskusi dengan seorang kahim dari jurusan F*****i,keresahan beliau adalah orang sekarang memang tidak mau untuk menjadi lebih baik. istilahnya tobat atau perbaikan dirinya tu males abis,,, dan seperti kasus teman saya di atas…terlambat bergerak.

trus apa yang bisa dilakukan..untuk tataran diri sendiri hal yang paling mudah adalah DISIPLIN dan mau utnuk terus mengkaji kekurangan diri. disiplin terhadap waktu dan mengkaji kekurngan diri dgn terus belajar dari yang baik..dan dari individu2 yang baik inilah batubata peradaban dibangun.

untuk tataran umat….masih dipikirkan…mungkin bisa temen2 baca beberapa buku anis matta ttg perubahan atau mengikuti kulaih mengenai manajemen perubahan dan ergonomi makro..

so bagaimana menginstal masayrakat menjadi sebuah masayarakat yang bisa mentransformasi dirinya sendiri??

menyimak beberapa berita beberapa hari ini:

  • tawuran di pamulang akibat petasan..6 tewas terjebur di danau
  • demo rusuh supir angkot di medan
  • demo rusuh terkait hasil pilkada sumsel
  • tragedi pembagian zakat di pasuruan
  • tawuran antar fakultas di ternate
  • kisruh di KPUD terkait status PKB
  • isu2 hangat terkait aliran dana BLBI
  • dsb..

miris euy…gimana ya peran ramadhan bisa mempengaruhi mereka saat apa yang merka lakukan tidak mencerminkan yang seharusnya. apa yang kita maknai tentang ramadhan itu sendii dan sudah teatkah posisi kita sat ini. saat hati ucap dan tangan tidak menjadi satu…

ya Allah…

merenung mode:ON

senin pagi yang unik…mungkin kisah ini dimulai dari hari sebelumnya yaitu hari minggu dimana saya KO tepar di kosan saja,hanya mngontrol beberapa kerjaan via hap baik ym maupun sms. dan keteparan saya berlanjut hingga malamnya, padahal ada tugas anabi yang harus dikumpul senin paginya…

dan bener saja niat mengerjakan yang begitu menggebu di malamnya, sampe direwangi egadang (nonton Audisi KCB sih benernya,,) malah gak selese, yaiyalah tertidur dgn pulas dan sukses di depan laptie..pas bangun2 eh udah jam4.15 bberapa saat jelang shubuh..hahaha..yasudah bberapa teguk aer aja yg sempat kuminum n dgn sukses antara sadar n tidak sambil mnunggu azan shubuh selesai eh malah tertidur lagi..bangun2 ud 5.30!bablas deh subuhan trus dgn semangant 45 mengerjakan tugas estimasi dan analisis biaya yang susah ibin ntahpapa itu..walhasil dari 5 nomer cm kejawab 4 sajah..cukuplah toh ga nyontek yg penting…lgpula waktu sudah mnunjukkan pukul 06.55..padahal kuliah n pengumpulan tugas adalah jam7 teng..

kejadian seru berlangsung disini…printer saya ngadat..entah kenapa tulisannya USB not recognized mlulu..dan kebingungan berlangsung selama 20menitan..mo pinjem printer temen..eh trnyata tu printer juga uda raib entah kemana..langsung keluar keputusan segera untuk segera ke kampus ngeprint di lab aja,skalian ambil sepatu yg dititip di rak sepatu lab

di parkiran ketemu ma si bendot yg lagi nyari motor..pas ditanya eh,ternyta dia jg mo balik ngeprint tugas anabi (curiga nih,,jgn2 bakal ‘merevisi’ punya temen..hehehe) ysdh gw tinggalin deh tu orang.ampe lab yang dalam keadaan gelap gulita waktu sudah menunjukkan 7.40..harus buru2 nih..absennya pa faisal (dosen anabi gw-Red.) sangant berpengaruh katanya. dan klik pas nyalain komputer..entah kenapa loading to personal setting mluulu…tungggu 5 menit…10 menit…waaahhh..gak bisa..panik2…COMLABS!

dan berlarilah dgn tergopoh2 daku ke CL (FYI,blon mandi loh..) pas nyampe cl..dung!ternyata baru buka jam8..dan walhasil mnunggulah daku sambil mnikmati indahnya pagi di langit ITB..pas jam 8.01 segeralah kusamperin ruang priner comleb..permasalahan berikutnya terjadi..kertasnya gak ada…hahahhaha..ga diridoi bener deh ini hari..yasudah dgn nyante daku ncari kertas di sekitar potokopi labtek biru..untung udah buka walaupun hrus ngu mas2nya potokopi yg pergi ntah kmna…dan pegeprintan sukses dilakukan

tugas berikutnya adalah bgaimana mengumpulkan tu tugas (mneyelundupkan-Red.) sementara daku sudah bertekad untuk ga kuliah ajalah..dan untungnya temen2 lg baik dan lagi2 si bendot mnjadi pahlaan di hari itu yg dgn baik hati mngumpulkan tugas saya dgn selamat insya allah…

IBroh yg bisa diambil:

  • jangan menunda pekrjaan
  • cek kondisi printer setiap saat
  • deadline printing adalh 30menit sebelum pengumpulan tugas
  • jangan bolos lagi di kelas pak faisal kalo km mo dapet minimal B

check this

sayangnya terlihat jelek…gapaplah..maklum

…klo mnrut sy ini bkn smta2 krn kelemahan 06 tp krna kga2lan tgkat atas yg mgkaderny..

benarkah demikian adik-adikku?

Next Page »