sms di menjelang pagi buta (23:55) beberapa waktu yg lalu mengejutkanku..
0852xxxxxxxx : Asw.akhi,saya mo blng ke ente, mksh title blog ente “Bergerak atau Tergantikan” sgt menginspirasi sy,itu terjadi dalam hidup saya. saya terlambat meng-execute& akhirnya tergantikan
tertegun saya membacanya..ada apa gerangan..segera saja kubuka Almaidah:54..

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
mungkin itulah awal di mana saya memutuskan kenapa saya menamai blog saya ini seperti itu. surat di atas adalah awal di mana saya memasuki sebuah organisasi aneh..dulu disuruh ngpalin gitu deh…sebelum diceburin ke dalam airterjun yang ntahpapa
hmm..gak akan membahas tg sejarahnya sih, tapi hanya ingin sedikit ,melihat dari sisi lain. melihat gejala ynag terjadi dlam permasalahan umat ini. baik itu umat manusia maupun umat islam pada umumnya. bila diamati sekarang ini perubahan dalam diri manusia adalah hal yang perlu untuk dilakukan, dan sesuai ayat itu agar kita tidak digantikan..dalam konteks yg lebih global..persaingan tinggi yang ada sekarang membuat sesorang harus selalu berpikir,added value apakah yang dia bisa punya yang lebih baik daripada orang lain
. dan secara garis besar lagi konteks transformasi ummat adalah hal yang harus dipenuhi, tidak saja karena mengikuti arus, tapi ummat ini memang butuh berubah. dan apkah Islam bisa mengakomodir perubahan?
jawabnya YA, itu jelas sekali, bahkan anjuran untuk terus berbuat baik dan berubah tiap saat adalah hal yang sudah sangat sering sekali kita denganr, termasuk dalam konteks ayat di atas. tapi yang terjadi sekarang adalah gerakan perubahan yang ada yang masih belum bisa terlihat dilakukan. orang-orang hanya resah sesaat saja, entah apakah karena tidak tau ato hanya cuma mampu mnyalkahkan keadaan saja.
di sisi yang lain, kemalasan orang bergerak menuju perubahan adalah adanya rasa nyaman dengan kondisi sekarang. manajemen perubahan secara nyata memang menawarkan beberaapa kemungkinan, baik itu keberhasilan maupun kegagalan dan keberhasilan yang ada berbanding luirus dgn kondsi sekarang, artinya tidak akan menemui kondisi yang leih bruk. akan tetapi apakah manusia mau berubah dalam hal ini ke arah yang lebih baik? beberapa malam yang lalu sempat diskusi dengan seorang kahim dari jurusan F*****i,keresahan beliau adalah orang sekarang memang tidak mau untuk menjadi lebih baik. istilahnya tobat atau perbaikan dirinya tu males abis,,, dan seperti kasus teman saya di atas…terlambat bergerak.
trus apa yang bisa dilakukan..untuk tataran diri sendiri hal yang paling mudah adalah DISIPLIN dan mau utnuk terus mengkaji kekurangan diri. disiplin terhadap waktu dan mengkaji kekurngan diri dgn terus belajar dari yang baik..dan dari individu2 yang baik inilah batubata peradaban dibangun.
untuk tataran umat….masih dipikirkan…mungkin bisa temen2 baca beberapa buku anis matta ttg perubahan atau mengikuti kulaih mengenai manajemen perubahan dan ergonomi makro..
so bagaimana menginstal masayrakat menjadi sebuah masayarakat yang bisa mentransformasi dirinya sendiri??