artikel


Tak terasa perjalana Ramadhan kali ini mencapai usia yang ke 23 bagiku,, dan khusus tahun ini memasuki hari ke 23. Ramadhan ke-6 di kota Bandung dan Ramadhan ke 9 yang kuliewati tanpa ada keluarga di sekelilingku. Ramadhan di perantauan selalu memberi warna tersendiri, darimenikmati dinginnya sahur bersama rekan sekosan atau buka bersama dengan rekan-rekan sejawat, termasuk di antaranya berlomba-lomba dalam suasana ibadah yang memang lebih berasa saat kita bersama sahbat-sahabat yang lain.

Ramadhan tahun ini mungkinkurasa agak berbeda, warna aktifitasku mulai seragam sehingga dinamikanya pun berkesan monoton, dan waktu pun terasa lebih mudah diatur. Ya, semoga gelombang kejenuhan tidak melanda dalam sisa 10 (atau 9 ya?) hari terakhir di bulan ini.

yang menarik yang kuperhatikan adalah banyaknya rekan-rekan di dunia maya yang mulai gemar menulis,,ada yang berikrar one day one note,,ada yang warna note-nya berubah..(tapi aku koq males nulis ya,hehe) cukup inspiratif sih memang, memberi warna tersendiri bagi orang-orang yanghidup di dua dunia..

Notes yang kubaca terakhir malam ini mungkin slah satu notes yang memberi kesan mendalam, bukan hanya masalah isinya saja tapi juga merasakan sebuah romantisme yang berbeda tentang dunia tulismenulis,,berikut saya petikkan:

Ketika Kakek terdiam agak lama, aku menyelakan tanyaku. “Ia katakan Kakek begitu, Kek?””Ia tak mengatakan aku terkutuk. Tapi begitulah kira-kiranya.”Dan aku melihat mata Kakek berlinang. Aku jadi belas kepadanya. Dalam hatiku aku mengumpati Ajo Sidi. Tapi aku lebih ingin mengetahui apa cerita Ajo Sidi yang begitu memukuli hati Kakek. Dan ingin tahuku menjadikan aku nyinyir bertanya. Dan akhirnya Kakek bercerita lagi.

“Pada suatu waktu,’ kata Ajo Sidi memulai, ‘di akhirat Tuhan Allah memeriksa orang-orang yang sudah berpulang. Para malaikat bertugas di samping-Nya. Di tangan mereka tergenggam daftar dosa dan pahala manusia. Begitu banyak orang yang diperiksa. Maklumlah di mana-mana ada perang. Dan di antara orang-orang yang diperiksa itu ada seorang yang di dunia dinamai Haji Saleh. Haji Saleh itu tersenyum-senyum saja, karena ia sudah begitu yakin akan dimasukkan ke surga. Kedua tangannya ditopangkan di pinggang sambil membusungkan dada dan menekurkan kepala ke kuduk. Ketika dilihatnya orang-orang yang masuk neraka, bibirnya menyunggingkan senyum ejekan. Dan ketika ia melihat orang yang masuk surga, ia melambaikan tangannya, seolah hendak mengatakan ‘selamat ketemu nanti’. Bagai tak habis-habisnya orang yang berantri begitu panjangnya. Susut di muka, bertambah yang di belakang. Dan Tuhan memeriksa dengan segala sifat-Nya.

Akhirnya sampailah giliran Haji Saleh. Sambil tersenyum bangga ia menyembah Tuhan. Lalu Tuhan mengajukan pertanyaan pertama.

‘Engkau?”

Aku Saleh. Tapi karena aku sudah ke Mekah, Haji Saleh namaku.

”Aku tidak tanya nama. Nama bagiku, tak perlu. Nama hanya buat engkau di dunia.

”Ya, Tuhanku.

”Apa kerjamu di dunia?

”Aku menyembah Engkau selalu, Tuhanku.

”Lain?

”Setiap hari, setiap malam. Bahkan setiap masa aku menyebut-nyebut nama-Mu.

”Lain?

”Segala tegah-Mu kuhentikan, Tuhanku. Tak pernah aku berbuat jahat, walaupun dunia seluruhnya penuh oleh dosa-dosa yang dihumbalangkan iblis laknat itu.

”Lain?

”Ya, Tuhanku, tak ada pekerjaanku selain daripada beribadat menyembah-Mu, menyebut-nyebut nama-Mu. Bahkan dalam kasih-Mu, ketika aku sakit, nama-Mu menjadi buah bibirku juga. Dan aku selalu berdoa, mendoakan kemurahan hati-Mu untuk menginsafkan umat-Mu.

”Lain?’

Haji Saleh tak dapat menjawab lagi. Ia telah menceritakan segala yang ia kerjakan. Tapi ia insaf, bahwa pertanyaan Tuhan bukan asal bertanya saja, tentu ada lagi yang belum dikatakannya. Tapi menurut pendapatnya, ia telah menceritakan segalanya. Ia tak tahu lagi apa yang harus dikatakannya. Ia termenung dan menekurkan kepalanya. Api neraka tiba-tiba menghawakan kehangatannya ke tubuh Haji Saleh. Dan ia menangis. Tapi setiap air matanya mengalir, diisap kering oleh hawa panas neraka itu.

‘Lain lagi?’ tanya Tuhan.

‘Sudah hamba-Mu ceritakan semuanya, o, Tuhan yang Mahabesar, lagi Pengasih dan Penyayang, Adil dan Mahatahu.’ Haji Saleh yang sudah kuyu mencobakan siasat merendahkan diri dan memuji Tuhan dengan pengharapan semoga Tuhan bisa berbuat lembut terhadapnya dan tidak salah tanya kepadanya.

Tapi Tuhan bertanya lagi: ‘Tak ada lagi?

”O, o, ooo, anu Tuhanku. Aku selalu membaca Kitab-Mu.

”Lain?

”Sudah kuceritakan semuanya, o, Tuhanku. Tapi kalau ada yang aku lupa katakan, aku pun bersyukur karena Engkaulah yang Mahatahu.

”Sungguh tidak ada lagi yang kaukerjakan di dunia selain yang kauceritakan tadi?

”Ya, itulah semuanya, Tuhanku.

”Masuk kamu.

‘Dan malaikat dengan sigapnya menjewer Haji Saleh ke neraka. Haji Saleh tidak mengerti kenapa ia dibawa ke neraka. Ia tak mengerti apa yang dikehendaki Tuhan daripadanya dan ia percaya Tuhan tidak silap.

Alangkah tercengang Haji Saleh, karena di neraka itu banyak teman-temannya di dunia terpanggang hangus, merintih kesakitan. Dan ia tambah tak mengerti dengan keadaan dirinya, karena semua orang yang dilihatnya di neraka itu tak kurang ibadatnya dari dia sendiri. Bahkan ada salah seorang yang telah sampai empat belas kali ke Mekah dan bergelar syekh pula. Lalu Haji Saleh mendekati mereka, dan bertanya kenapa mereka dinerakakan semuanya. Tapi sebagaimana Haji Saleh, orang-orang itu pun, tak mengerti juga.

‘Bagaimana Tuhan kita ini?’ kata Haji Saleh kemudian, ‘Bukankah kita disuruh-Nya taat beribadat, teguh beriman? Dan itu semua sudah kita kerjakan selama hidup kita. Tapi kini kita dimasukkan-Nya ke neraka.

”Ya, kami juga heran. Tengoklah itu orang-orang senegeri dengan kita semua, dan tak kurang ketaatannya beribadat,’ kata salah seorang di antaranya.

‘Ini sungguh tidak adil.

”Memang tidak adil,’ kata orang-orang itu mengulangi ucapan Haji Saleh.

‘Kalau begitu, kita harus minta kesaksian atas kesalahan kita.

”Kita harus mengingatkan Tuhan, kalau-kalau Ia silap memasukkan kita ke neraka ini.

”Benar. Benar. Benar.’ Sorakan yang lain membenarkan Haji Saleh.

‘Kalau Tuhan tidak mau mengakui kesilapan-Nya, bagaimana?’ suatu suara melengking di dalam kelompok orang banyak itu.

‘Kita protes. Kita resolusikan,’ kata Haji Saleh.

‘Apa kita revolusikan juga?’ tanya suara yang lain, yang rupanya di dunia menjadi pemimpin gerakan revolusioner.

‘itu tergantung pada keadaan,’ kata Haji Saleh.

‘Yang penting sekarang, mari kita berdemonstrasi menghadap Tuhan.

”Cocok sekali. Di dunia dulu dengan demonstrasi saja, banyak yang kita peroleh,’ sebuah suara menyela.

‘Setuju. Setuju. Setuju.’ Mereka bersorak beramai-ramai.

(more…)

Advertisements

Oleh : A. mustofa Bisri

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau sempat memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja
Kapan kau menyadari celamu sendri?

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertkaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan kau akan menyadari sia-sianya?

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenung arti cinta saja
Kapan kau bercinta?

Kalau kau sibuk berkutbah saja
Kapan kau sempat menyadari kebijakan kutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan kutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikiri?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau dzikiri saja
Kapan kau kan mengenalNya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau akan memuisi?

(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati (mengenal) nya-Nya?
Kalau kau sibuk memakrifati (mengenal)nya-Nya saja
Kapan kau bersatu denganNya?)

β€œKalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengar jawaban!”

hasil diskusi aneh ama orang yg aneh bin luar biasa…

BAB I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

harus dikenali dulu, apa latar belakang yang membuat kita harus menikah, degan orang yang akan seperti apa dan ingin mencapai apa.

I.2 Tujuan

Apa sih tujuan menikah?sakinah?ridha Allah?ato ‘sekedar’ menjadi satu dari batu bata peradaban Islam?tiap pasangan harus mempunyai tujuan yang jelas di sini.

I.3 Batasan

tiap orang punya batasan, seperti apa dirinya. keluarganya dan segala hal yang lain. Kalo kata orang juga sih, menihak kan tidak hanya bersatunya dua hati, tapi dua keluarga dan dalam ikatan itu membimbing dua kluarga ke Jannah-Nya

I.4 Asumsi

agak bingung…ada yang bisa mendefininiisikan?

I.5 Sistematika

keknya gak nyambung

BAB II Landasan Teori

banyak sih hal yang menjadikan landasan pernikahan, misalnya:

Dari Al Quran dan Al Hadits :

1. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu,
dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu
yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.
JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA.
Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya
kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

3. Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun
dari apa yang tidak mereka ketahui (Qs. Yaa Siin (36) : 36)..

4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri)
dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu
Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian
Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar.. Ruum (30) : 21).

6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan
shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka
itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan
kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan
menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).

8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang
baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rezki yang melimpah
(yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat.
Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang
saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).

10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang
mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada
bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai
Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata.
(Qs. Al Ahzaab (33) : 36).

11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku,
barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian,
bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan
harta (rezeki) bagi kamu(HR. Hakim dan Abu Dawud).

14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.
(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) :
a.Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c.Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”

16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena
mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara. ” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan
kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).

18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan).
Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat
yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).

20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina
mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

dan sebagainya….

(more…)

tulisan ini tiba2 kebaca pas lagi buka halaman ini, lumayanlah buat nambah isi blog walopun dri tulisan orang. nuhun pak ASL..ijin ngopas.

Pak Presiden, di paruh akhir 1990-an saya berjumpa dengan perempuan Iran penjaga stand pada pameran dagang negara-negara Islam yang digelar di Kemayoran. Pakaiannya menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, dan ia ramah sekali menjelaskan apa yang mereka bawa dalam pameran: hanya jagung. Memang, stand Iran waktu itu datang hanya untuk memamerkan jagung dan produk-produk turunan yang bisa dihasilkan dari jagung, seperti minyak, tepung, dan sebagainya.

“Hanya ini yang kami punya,” katanya. Tetapi suaranya terdengar gembira, mungkin bahkan bangga.

Kesulitan setelah perang delapan tahun melawan Irak, yang didukung oleh AS, masih terasakan di negeri bangsa Arya itu. Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya melancarkan embargo yang membuat perekonomian Iran tersuruk-suruk. “Kami hidup dari apa yang kami punya,” kata penjaga stand itu, “dan mengolah sebaik-baiknya apa yang ada di negeri kami. Hari ini kami hanya punya jagung dan kami bisa bangkit dari jagung milik kami.”

Ia menjadi kian bersemangat ketika membicarakan bagaimana mereka menghadapi embargo. Katanya, dulu Imam Husein juga dikepung musuh di padang Kerbala dan tak bisa mendapatkan bahan makanan di tengah kepungan musuh. Namun cucu Nabi itu tak pernah menyerah dalam keadaan sesulit apa pun. “Sekarang kami hanya mencontoh apa yang dilakukan oleh cucu Nabi,” katanya. “Ia teladan kami; ia pemimpin kami.”

Kami bercakap-cakap tidak lama, tetapi ia memberi sesuatu yang inspiratif dan saya selalu bisa mengingatnya sampai sekarang. Perempuan penjaga stand itu juga dengan ringan hati menceritakan bahwa negaranya sedang miskin. Dan kondisi itu disadari sepenuhnya oleh seluruh warga. Pemerintah Iran waktu itu membuat pengakuan kepada seluruh warganya tentang kondisi negara mereka dan kemudian melakukan “kampanye miskin”. Dan saya kira mereka beruntung punya teladan dalam diri Imam Husein.

Anda tahu, Pak Presiden, kampanye semacam ini dengan sendirinya efektif untuk mengusir nafsu-nafsu hedonistik para pejabat publik. Kemabukan akan kemewahan niscaya akan tampak memalukan dan sama sekali tidak punya tempat di sana. Saya yakin tak ada tuntutan-tuntutan berlebihan oleh pejabat publik di saat pemerintah membuat pengakuan kepada warganya bahwa negara sedang miskin. Yang terpenting dari itu, pemerintah sendiri rasa-rasanya agak musykil untuk membelanjakan uang negara demi mobil mewah menteri-menteri atau anggota parlemen. Mereka akan menjadi orang-orang yang memalukan jika di mata publik tampak sebagai orang-orang yang serakah.

Sekarang, kita tahu, Iran bisa bangkit dari rongrongan embargo, dengan tetap gagah. Dan mereka benar-benar bangkit dengan bertumpu pada apa yang mereka punya. Ketika politik membuat negeri itu dikucilkan, diplomasi budaya membuat mereka diterima dengan hangat. Sejak beberapa tahun lalu dunia bisa menyaksikan para sineas mereka menghasilkan film-film yang menakjubkan. Dari sanalah antara lain mereka memasuki pergaulan dunia.

Tak lama setelah pertemuan dengan penjaga stand itu, Pak Presiden, saya membaca berita kecil tentang salah seorang wakil presiden Iran yang berangkat ke kantornya dengan bersepeda. Orang-orang lain segera mengikutinya. Lalu mereka dengan mudah membuat kebijakan bahwa hari Rabu adalah hari bersepeda. Orang-orang mematuhi kebijakan itu dengan senang hati.

Sampai sekarang sesungguhnya saya tak terlalu mengenal Iran, tidak khusus menekuni seluk-beluk negara itu atau Islam syiah yang mereka anut, dan hanya suatu ketika pernah berjumpa dan bercakap-cakap dengan penjaga stand. Namun itu pembicaraan yang terus bisa saya ingat dan, terus terang, “kampanye miskin” yang disampaikannya benar-benar melekat di pikiran saya. Menurut saya itu kebijakan brilian yang bisa disetarakan dengan “New Deal”-nya Franklin Delano Roosevelt ketika Amerika menghadapi depresi besar pasca Perang Dunia I.

Begitulah, Pak Presiden, saya pikir dalam situasi sulit yang diperlukan memang pemimpin yang sanggup memberikan inspirasi melalui kebijakan yang ia tawarkan. Dengan pemimpin semacam itu orang-orang yang paling kesulitan pun bisa memiliki keparcayaan diri untuk bangkit. Sebaliknya, pemimpin yang terlalu defensif hanya akan mengundang kesulitan bagi diri sendiri, dan juga bagi warganya.

Kendaraan seperti motor atau mobil sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitasnya sehari-hari. Dengan penuh setia mereka mengantarkan kita ke manapun yang kita mau. Dan sebagai balasannya tidak lupa kita memberi mereka ‘makan’ dan melakukan maintenance secara rutin. sederhana sekali. Tapi ternyata ada beberapa sisi psikologi dari kendaraan yang sering muncul, entah karena sisi teknis ato sisi ‘ghaib’, dan sisi ini terkadang perlu kita perhatikan karena seharusnya kita menganggap mereka sebagai sahabat atau partner perjuangan πŸ˜€

Mobil pertama keluarga saya adalah su*uki viTAra keluaran tahun 1993, dibeli bapak secara secodhand tahun 1999. Mobil yang cukup prima untuk segala medan, terutama medan Purwodadi dan pelosoknya yang sanngat menantang untuk offroad. cukup nyaman untuk keluarga kecil dengan bagasi yang cukup lebar di belakang. Singkat kata, keluarga saya sangat menyayangi dia sehingga dia sangat ‘betah’ menjadi bagian keluarga kami. Tapi ada kejadian unik, mobil ini selalu rewel kalo dibawa berjalan ke arah barat, it means ke arah Jakarta. Pernah seketika saya berdua ama Bapak ke Jakarta naek vitara, eh baru nyampe Pemalang per kawat pedal gas jebol sehingga gabisa digas tuh mobil. ya akhirnya ngebengkel dulu, untung msh sampe Jakarta, di sana pun cuma puter2 aja benerin mobil. Trus pernah juga kecelakaan di daerah Ambarawa, pintu ke-lock smua di Magelang, dsb. intinya kata bapak-ibu sih nih mobil ga mau dibalikin ke Jakarta. Dan skitar 2008, saat keluarga saya mulai menabung untuk beli mobil bar, si vitara mulai ngambek2, dari yg susah distarter, AC mati, jendela macet dsb. dan akhirnya dijual lagi,,hm,,smoga km bahagia di sana.

Kendaraan saya yang lain adalah si suprii (supr*-itemijo)kluarang taun 2000. Motor yang sudah menemani saya sejak SMP sampe SMA (walo sempet putus 6 bulan krna ‘tergoda’ Sho*un merah) dan balik lagi sejak di bandung sampe sekarang. cukup bandel di jalan lurus tapi letoy di tanjakan :p. Ini motor juga penuh jiwa ‘mistis’, pasti ada aja bikin masalah kalo udah lama gak dicuci, ato barusan gara2 diparkir 2 malem di parkir ITB, eh si dia masuk angin..ampe mogok n harus di tuntun buat cari bensin n bengkel. ya untungnya gak ngambek gara2 udah hampir setahun tuh motor gak punya KTP πŸ˜€

Kalo temen2 pernah nnton Avatar the Movie mungin inget pas adegan si JakeSully ketemu dngan suku-yang-warnanya-biru2-aneh trus diajarin naek kuda ama naek burung, di mana si pengendaranya harus mempunyai bond atau ikatan dengan tunggangannya, mugkin begitu pula kita dengan mobil atau motor kita. Kita harus mampu merasakan pula apa yang dia rasakan. Saat dia lelah mesin kepanasan karena kita ajak jalan jauh, mungkin dia perlu istirahat. Saat tanjakan dan suara mesinnya menjerit dan rantainya berderit, mungkin kita perlu bersabar. Saat badannya pnuh lumpur mungkin perlu segera kita mandikan. Saat kita parkir dia di luar ruangan dan kehujanan, dia mungkin masuk angin dan perlu kita amankan. Saat waktunya di lapar atau haus ya dikasih makan. dan tentu saja maintenance rutin dan menyeluruh.

Yup, driving or riding itu sangat menyenangkan apalgi disertai dengan kondisi pengendara dan kendaraan yang fit. So, kendaraan adalah teman^^

Beberapa waktu yang lalu 2 sms masuk ke inbox 5310-ku,pertama dari nomer tidak dikenal, yg kdua dari pak presiden KM-ku..isinya sama, mengajak untuk ikut aksi pada 28 Januari 2010 nanti.

momennya jelas yakni 100 hari pemerintahan SBY jilid II. malamnya aku bimbang,mungkin bisa dibaca di sini, ato lewat status2 fesbukku malam itu, untungnya sedang ada di warnet dengan koneksi

yang cukup bagus, niat buat ngambil data TA pun teralihkan (begitu pula pagi ini,malah bikin note curcol πŸ˜€ ),oprek2 milis ngliat ada standing statement dari KM ITB,hm,,ntarh knapa berasa kurang pas

walo aku pun ga mau membantahnya krena memang kenyataanya seperti itu. Sercing2 lg buat nyari apa aja program 100 hari SBY-boediono ini,,SUSAH!gugling isinya banyak tentang pendapat para

komentator politik saja. untuk mencari dokumen resminya cem mencari jarum dalam jerami..yang officially baru mendapat dan cukup jelas statement programnya hanyalah Depkumham dan Depkes.
Sercing2 sampe pasang status facebook, akhirnya ada yang bantu buat ndapetin 15 program utama 100 hari KIB-2,antara lain:
1. Pemberantasan Mafia Hukum
2. Melakukan Revitalisasi Industri PErtahanan
3. Penanggulangan Terorisme
4. Mengatasi permasalahan listrik
5. Meningkatkan produksi dan ketahanan pangan
6. revitalisasi pabrik pupuk dan gula
7. membenahi kompleksitas penggunaan tanah dan tata ruang
8. peningkatan infrastruktur
9. meningkatkan pinjaman usama mikro, kecil dan menengah yg dikaitkan dengan kredir usaha rakyat
10.
11. mengenai pendanaan, masih harus memobilisasi pembiayaan di luar APBN-APBD
12. menanggulangi perubahan iklim dan lingkungan
13. melakukan reformasi kesehatan dengan mengubah paradigma masyarakat
14. reformasi pendidikan dengan menyambungkan atau mencegah missmatch antara yg dihasilkan oleh lembaga pendidikan dengan keperluan tenaga kerja
15. kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam dengan melakukan kordinasi yg erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan di segala bidang.

Umumnya para pengamat akan melakukan analisis dari kondisi terkini yang ada di masyarakat, entah itu dari pengamatannya langsung ato hasil dari media. Dan mungkin di sini akan dicoba

menggunakan pendekatan baru, yakni apa yang dirasakan-diamati-dihadapi oleh penulis sendiri dalam 100 hari terakhir pemerintahan SBY. benar2 berdasarkan fakta penulis di lapangan, tidak dari

pendapat media.

1. Pemberantasan Mafia Hukum
=> Walopun ada kerabat yang bekerja di bidang hukum, ternyata saya tidak banyak berurusan dengan hukum dalam beberapa bulan ini. yg bener2 fakta saya amati sendiri (walo di tipi sih) ya tentu

saja kasus penjara mewah si ayin n si alin.,ga tau juga siapa yang disalahkan. sang kepala lapas pastinya, tapi bukankah hal ini sudah berlangsung sejak lama?
klo kasus KPK n antasari no komen dulu lah, banyak pemelintiran, kita amati yg pasti2 aja,yg kita rasain sendiri.

2. Melakukan Revitalisasi Industri PErtahanan
=> tidak merasakan dampak langsung

3. Penanggulangan Terorisme
=> tidak merasakan dampak langsung

4. Mengatasi permasalahan listrik
=> bulan lalu, akhir tahun..entah kenapa jadi sering mati lampu kadang pagi ampe siang, tak jarang pula malem mpe pagi.jadi gak bisa ngerjain TA deh (pembenaran :p). tapi ini unik, seumur2 di

Bandung, mati lampu di kosan saya biasanya cuman gara2 kelebihan beban, maklm dulu banyak yg pke PC di kosan. tapi sekarang bukan karena itu lagi,kesian juga mas-mas tukang warnet tetangga

saya yg gabisa kerja dan mungkin kerjaan lain yg orla bisa lakukan dngan listrik. tapi alhamdulillah 1 bulan terakhir kosan sya relatif normal mslh listriknya..apa berarti sudah berhasil mengatasi

masalah lsitrik?ya setidaknya di kosan saya πŸ˜€
(more…)

Judul yg aneh.bukan berunsur politis lho, terkait dengan dekalarasi Road to 2028: Jateng 1 beberapa waktu yg lalu :ngaco: , tapi memang ingin menulis tentang bagian lain dari provinsi tempat saya dibesarkan.

Secara umum, kalo saya boleh menganalisis, Jateng memang terbagi jadi beberapa wilayah dengan karakteristik yg berbeda-beda. antara lain:

1. Jateng pantura

meliputi jalur pantura dari batang-tegal-pekalongan-kendal,yang bertipe daerah pesisir dengan mayoritas yang dapat dilihat adalah potensi pesisirnya karena memang terletak di tepi pantai. dengan karakteristik ke selatan merupakan daerah pertanian juga. karakter sosial masyakat agak keras khas pesisir dengan dialog ngapak ala tegal yang terkenal. beberapa kuliner khas adalah warteg, olahan tauco, olahan laut dsb.

2. jateng area semarang

sebenarnya agak unik karena ini merupakan area sempit yng menghubungkan ibukota provinsi jateng ke bagian selatan. karakteristik metropolitan mulai nampak karena semarang merupakan kota yg cukup besar degnan daerah satelit di sekitarnya seperti ungaran, salatiga, dan ambarawa. kebanyakan bergerak di bidang jasa dengan banyaknya resto di sepanjang jalan. area ini berada di kaki gunung ungaran yang subur dengan phon2 buahnya seperti durian, klengkeng dan rambutan serta sentra sayuran untuk suplai di beberapa wilayah sekitarnya. karakter masyarakatnya lebih modern, cukup berpendidikan, etnis tertentu menguasai perdagangan.

3. jateng pulau muria

menurut Slamet Mulyana (1986), konon katanya dulu di pulau jawa selain madura ada pulau besar bernama pulau muria yang kemudian karena proses sedimentasi akhrinnya bergabung dengan pulau jawa induk. bukti bahwa ini memang terjadi adalah adanya peta kuno yang ditemukan ahli sejarah. begitu pula dapat dilihat karakter tanah di wilayah penghubung yang rendah dengan airlaut. serta adanya fenomena air asin di tengah daratan yang jauh dari laut di area tersebut.

ok, back to topic. pulau muria ini terdiri dari beberapa kabupaten, mulai dari demak, kudus,, dan jepara, serta kecamatan juwana. karakter laut dan pesisir terlihat jelas dengan pencaharian masyarakat terutama di daerah juwana yang petani garam dan nelayan. uniknya ada beberpaa industri besar juga di daerah ini, terutama rokok di kudus, dan sentra warehousing di demak sebagai kota satelit semarang. daerah ini terkenal dngan salah satu pusat penyebaran Islam di pulau Jawa, demak dengan masjid agung demak dan kudus dengan menara kudus. serta banyaknya ulama di daerah ini. makanan khas di sini ada yang unik, yakni banyak menggunakan kerbau daripada sapi, konon ini adalah strategi dakwah untuk mngajak masyarakat hindu jaman dulu yg sangat menghormati sapi sebagai hewan sucinya. khas lain di bidang kuliner adalah bumbu merica yang khas pedas-panas, terutama di daerah pesisir dari juwana-lasem.

4. Jateng daerah pohon jati

dinamakan pohon jati karena di daerah inilah sumber phon jati di jawa tengah. meliputi Grobogan-Blora-Rembang-Sragen. daerahnya merupakan pegunungan kapur yang banyak ditumbuhinpohon jati. daerah ini juga sentra pertanian padi dan palawija yg cukup luas. kehidupan masyarakatnya kurang begitu baik, karena standar sumber penghasilan rata-rata masih bertani. makanan pun standar gada yg spesial, kcuali sate kambing blora yg khas. keunikan lain adalah sarana prasarana di area sini yg gak begitu baik, terutama jalan raya, rata2 bergelombang dan mudah rusak. hal ini diakibatkan kontur tanah sedimen yang sangat labipadahal ini menjadi jalur alternatif truk besar yang melewati jateng.

5.jateng wilayah surakarta

to be continued…

Next Page »