petualangan


One Chapter of Life

SJB-KCA,13-10-2010,19.01 pm-04.48 am
This is only a small paper, about 10×8 cm, but it will lead me to a long journey-even just 12 hour.

20.31
That old man just quiet on that place, a small place that connect the locomotive and the coach. He looks like my grandfather, but smaller and offcourse younger. His white shirt seems wet because of rain, maybe

he already sit there for two hour, he took a bath with a rain on the place where he sit.
“I come from Sragen, and I want to go to Ciamis..”,he said in south Javanesse accent, one from lot of person who want to find some life in another place, about 300 km.
The cold wind hit his old body this night, at this small place, in the small side of locomotive, maybe 8 people join with us. No more space at the coach for us.

“Please move from that place! Your leg may be broken on that connection!”, station officer shouted to us at Lempuyangan. Something that maybe you must pay for Rp 26,000.

22.15
Some passanger out, more passanger came in. It makes the condition at the coach never feel better. Standing space is as full as the the chair, some people sit on the floor. And some trader move along the small

space of us, with their big bag of food or drink, shouted their stuff.

My leg hit something when I want to change my standing position. Maybe a bag that placed on the floor, I tried to move it under the chair.
” ‘It’ is my brother..”,someone poked my shoulder, “..he was sick today, so he can’t standing well, he already there since Madiun Station,,”, 4 hours ago.
“Kroya, we will visit our grandmother”, maybe next 4 hour they’ll come at Kroya. They called it ‘silaturahim’.

01.33
Two guys move closing at me, the white shirt has a red hair, his ciggaretsย  on his finger poluted the air on this coach. His friend has a dark skin, his un-sleeve black shirt revealed a tatto, I can see it clearly what

picture is it. The white one sit at the floor.
Pickpocket! I touched my handphone at my sidepocket, so did my wallet at backpocket. It was there, right now.

“It’s very hot here..”, the white shirt shout to his friend with his west region of Central Java accent. He stands up and ask the black shirt to replace his place. Sitting on the floor with a piece of newspaper as a

cover, same as other passanger. I just stand near from them, still with the same position: touch my pocket regularly.

Next two hour, the black shirt stands up from the floor, talked to me; “Bro, please replace my place. We will go down at Sidareja, maybe on two hour, you can sit here.”

06.15
The baby was crying, make some passenger woke up from his sleep. His father turn on his ciggarets, and his mother try to keep him on her chest. In the next minutes, the baby stop crying, he laid on the chair

with his head on his fathers thigh. His mother turn on her ciggaret, it’s smoke blow at her child. Then she ask two cup of coffe for her husband and herself. The sun shine and cold morning wind through the

window, with the beautiful scenery of East Pasundan mountain range. What a life!

09.45
“Next year, don’t use this train anymore..”, a young man shout to his wife. They still young, maybe just married, their wedding ring still place on their sweet-finger.
“My boss will angry at me, I should come to the office at 8, but we are still here darling,,”,his wife just smiling, she tired, standing from Madiun to Tasikmalaya, it’s about 10 hour with the crowded situation at the

coach almost during the journey. About Rp 31.000 from Madiun to Bandung, 700-1000 passenger every trip. Someone should thinking more deeply within this condition.

10.37
It stop. I climbed down. This is my first step at this city. My cellphone ringing, a short message.
“Pick a white car with yellow and green strips, ask the driver to stop at Simpang.
Call me when you come at Simpang, I will pick you there.
-mas Adhi-”

Welcome to the real life.

SoloJebres-Kiaracondong, 13-14 September 2010

Ketika tawaran pendakian Gede mampir ke notif fb-ku aku sempat berpikir,,ini gak main-main. aku tahu kemampuan diri fisik dan stamina. Dan dapat kusimpulkan aku takut. Rasanya aku gak sanggup.

Aku gak takut mati. Aku hanya takut tersiksa. Dan perjalanan ke gunung tentu menyiksa. segala macam sugesti sudah kumasukkan, puncak yang indah, perjalanan yang menantang dan apapunlah..tetap saja aku takut. cemen emang.

tapi aku berangkat.

tepat 07.00 pagi kami ber-6 sudah tiba di terminal Leuwi Panjang, Bandung..hiruk pikuk terminal di pagi hari terasa menyenangkan. apalagi saat dikejar kernet bus untuk masuk ke dalam bisnya,,lucu. pukul 07.30, Kami naek bus jurusan Cipanas (Bandung-Merak/Bandung-Jakarta via puncak), tarif 15ribu. perjalanan sekitar 3 jam cukup menyenangkan, pemandangan perbukitan di kaki Gede Pangrango menyejukkan mata. dan pukul 10.45 kami tiba di Cipanas, turun tepat setelah istana Cipanas. Kemudian berganti naek angkot warna kuning ke arah gunung putri, harus pinter nyari n nawar tentunya,,alhamdulillah dapet 5ribu/orang.

Jalur yang kami ambil adalah jalur gn.putri, sbenarnya ada 2 jalur lagi yaitu via cibodas dan via (koq lupa ya?) tapi diputuskan kami lewat gn.putri. berdasar info, jalur gn.putri relatif lebih singkat sekitar 3-5jam dibanding jalur cibodas yang panjang. kemiringan?silakan diitung dengan rumus phytagoras ๐Ÿ˜€

Pukul 11.00, setelah offroad naek angkot gak jelas..tiba di pos laporan gn.putri,,kami beli bekal makan siang dulu untuk nanti dimakan di tengah perjalanan. pukul 11.30 berangkat dan tiba di pos GPO (Gede-Pangrango Operation) untuk melapor ulang. dan dari sinilah perjalanan dimulai. 30 menit pertama perjalanan diisi dengan pemandangan Carre*our terbesar alias sawah sayuran, tapi medannya udah cukup lumayan,langsung nanjak terus. Buat yg gag biasa kek saya rasanya jantung mulai berdebar kencang, peluh bercucuran n mungkin kram perut kyk ditusuk2 ๐Ÿ˜€ yah mo gimana lagi..uda kepalang basah. Dan dimulailah perjalanan memasuki rimba lereng Gede.

Rasa takut mulai muncul,teman di depan masih terlihat, tapi debar jantung dan letih ini hampir meledak rasanya. ya Allah..apa aku sanggup? seperti yg kuduga, aku tercecer di belakang,.(ada yg belakang lagi c,hehe) sungguh olahraga ini bukan hanya melatih fisik tapi juga mental, bagaimana mengalahkan diri sendri, tidak memanjakan dalam lelah karena jalan masih jauh dan semakin terjal. Bukan melangkah untuk mengejar ketertinggalan rekan di depan atau sekedar mengejar puncak atau titik singgah tertentu atau target kedatangan. Tapi benar2 mengarahkan diri sendiri, itu saja. Dan segala cara dilakukan untuk memainkan pikiran, sugesti, positif,atau apapunlah namanya.. apa aku menang?

Pukul 17.05..alun2 suryakencana!subhanallah,,sebuah pemandangan luar biasa,lapangan luas yang ditumbuhi edelweis..di seberang tampak kumpulan awan..bagai sebuah negeri di atas awan!mentari tampak malu kembali ke peraduannya diiringi semburat cahaya jingga..indah!

Kami bermalam di Suryakencana, tenda dome untuk 6 orang dengan susah payah kami dirikan :D, kompor parafin pun dinyalakan, menu nasi kornet dan mi instan disajikan, menu sederhana yang sbnernya berasa agak aneh, tapi ntah knapa licin tandas ๐Ÿ˜€ dan malam itu ditutup dengan sruputan STMJ dan bandrek di tengah dinginnya malam.

Pukul 04.00, suara alarm membuyarkan lelapku,,sungguh lelap yang gak nikmat..entah kenapa aku menggigil semalaman..mungkin sudah mau dicabut.hanya merapal asma Allah hingga tiba2 kuterpejam. pagi buta ini angin bertiup kencang,diinringi kabut tebal kami melangkah ke puncak Gede, tenda dan peralatan kami tinggal. sebuah di gelapnya jalan berbatu terjal. Medan ke puncak Gede sebenarnya relatif sama dengan trek gn.putri-suryakencana, tapi gelap menambah kesulitan tersendiri. seperti yg kuduga aku tercecer di belakang (termasuk ada urusan non-teknis sih :p )

Pukul 05.45…Puncak Gede di depan mata…entah mengapa aku merasa biasa saja. berdiri di depan kawah dengan suasana kabut tebal dan hujan diiringi angin kencang, sungguh bukan suasana puncak yang kuimpikan. Shubuh di Puncak Gede lebih mengharubiru,sambil merapal Ar-Rahman kuterpejam, bukankah ini nikmat Allah yg tidak akan terdustakan? Bukan mentarinya, bukan awannnya, bukan kawahnya. Tapi kerja kerasnya dan pantang menyerah. sekecil apapun langkahmu.

Persiapan turun gunung agak sedikit berat karena harus sarapan-packing dalam kondisi hujan lebat disertai angin kencang. Hangatnya indomie rebus yang langsung dimakan diatas kompor serasa masih tidak bisa mengalahkan dingin yang menusuk. pukul 11.45, pemanasan dilakukan di tengah hujan, dan kami turun. jangan lupa sampah dikumpulin n dibawa pulang, jgn buang di gunung! Turun gunung memang lebih cepat tapi tetap menguras tenaga. gak sebesar pas naik sih, tapi harus berhati-hti dengan licinnya medan.

tepat 3 jam kami sudah sampai di pos GPO Gn.Putri… aku melihat ke belakang..dan aku berpikir..rasanya tak mungkin aku ada di ujungnya 3 jam yang lalu. Tapi aku tidak sedang bermimpi. setelah melapor,jam16.00 kami pamit turun, untung masih ada angkot lewat dr gn,putri ke cipanas,,shingga kami bisa segera turun. di cipanas isi perut dulu sambil menunggu bis jurusan bandung sampai pukul 17.30…dan akhirnya sampai Leuwi Panjang sekitar 20.15.

Masih takut naik gunung?aku jawab: IYA,masih takut. Gunung mungkin ketakutan terbesarku dalam menaklukkan alam, tapi aku punya sebuah cerita bahwa aku pernah (dan tentu saja BISA) menaklukkanmu kawan..

dedicated to: Gumilar Rahmat, Rihan Handaulah, Army Farhanna, Monterico Adrian, Oding Aminudin

“..sebuah negara tidak akan kekurangan pemimpin selama anak mudanya masih ada yang suka naik gunung..” (Soekarno)

-eh bener ga sih soekarno yg bilng?-

entah kenapa beberapa bulan ini ingin menantang alam, mencari limit dan batas dari kemampuan diri. ada rasa puas setelah menaklukkan tantangan tersebut. sebuah hal yang kiranya masih sedikit ‘manja’ dari diriku ini yang merasa kurang mendapat tantangan berlebih. Padahal hidupku dngan segala kompleksitasnya sudah cukup membebani. tapi entah kenapa…

aku bukan pendaki gunung yang baik. agak kurang di fisik dan stamina, salah sendiri sih jarang olahraga. cepet ngos2an apalgi untuk jalur pendakian kek gitu. blum lagi kaki kiri-ku sering bermasalah. tapi aku suka hiking n trekking, berjalan santai melintasi alam..menikmati indahnya ciptaan Allah..

hm, kapan ya?

28 februari—> Progo river grade 5+ (FYI, serayu kmrn cuman 3-4 gradenya)

Maret —> mungkin di Bromo

6-7 Maret —> berani gak ke Papandayan?huff…

Kapan ke Gede?

Bismillah..

Judul yg aneh.bukan berunsur politis lho, terkait dengan dekalarasi Road to 2028: Jateng 1 beberapa waktu yg lalu :ngaco: , tapi memang ingin menulis tentang bagian lain dari provinsi tempat saya dibesarkan.

Secara umum, kalo saya boleh menganalisis, Jateng memang terbagi jadi beberapa wilayah dengan karakteristik yg berbeda-beda. antara lain:

1. Jateng pantura

meliputi jalur pantura dari batang-tegal-pekalongan-kendal,yang bertipe daerah pesisir dengan mayoritas yang dapat dilihat adalah potensi pesisirnya karena memang terletak di tepi pantai. dengan karakteristik ke selatan merupakan daerah pertanian juga. karakter sosial masyakat agak keras khas pesisir dengan dialog ngapak ala tegal yang terkenal. beberapa kuliner khas adalah warteg, olahan tauco, olahan laut dsb.

2. jateng area semarang

sebenarnya agak unik karena ini merupakan area sempit yng menghubungkan ibukota provinsi jateng ke bagian selatan. karakteristik metropolitan mulai nampak karena semarang merupakan kota yg cukup besar degnan daerah satelit di sekitarnya seperti ungaran, salatiga, dan ambarawa. kebanyakan bergerak di bidang jasa dengan banyaknya resto di sepanjang jalan. area ini berada di kaki gunung ungaran yang subur dengan phon2 buahnya seperti durian, klengkeng dan rambutan serta sentra sayuran untuk suplai di beberapa wilayah sekitarnya. karakter masyarakatnya lebih modern, cukup berpendidikan, etnis tertentu menguasai perdagangan.

3. jateng pulau muria

menurut Slamet Mulyana (1986), konon katanya dulu di pulau jawa selain madura ada pulau besar bernama pulau muria yang kemudian karena proses sedimentasi akhrinnya bergabung dengan pulau jawa induk. bukti bahwa ini memang terjadi adalah adanya peta kuno yang ditemukan ahli sejarah. begitu pula dapat dilihat karakter tanah di wilayah penghubung yang rendah dengan airlaut. serta adanya fenomena air asin di tengah daratan yang jauh dari laut di area tersebut.

ok, back to topic. pulau muria ini terdiri dari beberapa kabupaten, mulai dari demak, kudus,, dan jepara, serta kecamatan juwana. karakter laut dan pesisir terlihat jelas dengan pencaharian masyarakat terutama di daerah juwana yang petani garam dan nelayan. uniknya ada beberpaa industri besar juga di daerah ini, terutama rokok di kudus, dan sentra warehousing di demak sebagai kota satelit semarang. daerah ini terkenal dngan salah satu pusat penyebaran Islam di pulau Jawa, demak dengan masjid agung demak dan kudus dengan menara kudus. serta banyaknya ulama di daerah ini. makanan khas di sini ada yang unik, yakni banyak menggunakan kerbau daripada sapi, konon ini adalah strategi dakwah untuk mngajak masyarakat hindu jaman dulu yg sangat menghormati sapi sebagai hewan sucinya. khas lain di bidang kuliner adalah bumbu merica yang khas pedas-panas, terutama di daerah pesisir dari juwana-lasem.

4. Jateng daerah pohon jati

dinamakan pohon jati karena di daerah inilah sumber phon jati di jawa tengah. meliputi Grobogan-Blora-Rembang-Sragen. daerahnya merupakan pegunungan kapur yang banyak ditumbuhinpohon jati. daerah ini juga sentra pertanian padi dan palawija yg cukup luas. kehidupan masyarakatnya kurang begitu baik, karena standar sumber penghasilan rata-rata masih bertani. makanan pun standar gada yg spesial, kcuali sate kambing blora yg khas. keunikan lain adalah sarana prasarana di area sini yg gak begitu baik, terutama jalan raya, rata2 bergelombang dan mudah rusak. hal ini diakibatkan kontur tanah sedimen yang sangat labipadahal ini menjadi jalur alternatif truk besar yang melewati jateng.

5.jateng wilayah surakarta

to be continued…

ini side story dari perjalanan saya kemaren waktu maen ke dieng trus rafting ke serayu.

Entah kenapa decision process making saya mengarahkann saya untuk memilih naek kereta ekonomi Kahuripan Jogja-Bandung utuk kepulangan ke Bandung sehabis jalan2, padahal dengan segala kisah tragisnya seharusnya membuat saya berpikir ulang untuk naek ini. dari yg sempitlah gak nyaman, banyak copet, desak2an, dilangkahi asongan..demis sebuah KEMURAHAN seharga Rp 25.0000 dan sensasi ngahuripan keknya gak maalah deh sesekali nyobain. terakhir naek ekonomi jalur selatan itu naek prameks(prambanan ekspress) pas lebaran kemaren, dan lebih sering ngeko di jalur utara. secara saya juga sebenernya bukan penggemar kereta.

kalo cerita lain ttg kereta ini keknya ada di sini deh

so, kesimpulannya ada 5 kenikmatan naek kereta Kahuripan:

1. kenikmatan mendapatkan tiket setelah mengantri lama n panjang

2. kenikmatan melihat kereta datang setelah lama menunggu dan telat

3. kenikmatan bisa masuk ke kereta setelah berjubel masuk di pintu kereta

4. kenikmatan bisa mengubah posisi kaki setelah berjam-jam berdiri dengan posisi kaki yg sama pas berjubelan di kereta

5. kenikmatan menyikut tukang asongan yg seenaknya berdesak2an ga keruan pas menjajakan makanan

6. kenikmatan bisa meletakkan pantat di lantai kereta setelah berjam-jam berdiri gak jelas

7. kenikmatan bisa numpang duduk di kursi (akhirnya :p) walo cuman sepertiga pantat ๐Ÿ˜€

8. kenikmatan sampai di stasiun tujuan setelah 12 jam perjalanan jogja-bandung walo telat hampir 3 jam

9. kenikmatan bisa BAB di WC umum tepat setelah turun dari kereta :beer:

hehe…next time naek bus aja deh, ato naek keretanya dr bandung ajah ๐Ÿ˜€

senin pagi yang unik…mungkin kisah ini dimulai dari hari sebelumnya yaitu hari minggu dimana saya KO tepar di kosan saja,hanya mngontrol beberapa kerjaan via hap baik ym maupun sms. dan keteparan saya berlanjut hingga malamnya, padahal ada tugas anabi yang harus dikumpul senin paginya…

dan bener saja niat mengerjakan yang begitu menggebu di malamnya, sampe direwangi egadang (nonton Audisi KCB sih benernya,,) malah gak selese, yaiyalah tertidur dgn pulas dan sukses di depan laptie..pas bangun2 eh udah jam4.15 bberapa saat jelang shubuh..hahaha..yasudah bberapa teguk aer aja yg sempat kuminum n dgn sukses antara sadar n tidak sambil mnunggu azan shubuh selesai eh malah tertidur lagi..bangun2 ud 5.30!bablas deh subuhan trus dgn semangant 45 mengerjakan tugas estimasi dan analisis biaya yang susah ibin ntahpapa itu..walhasil dari 5 nomer cm kejawab 4 sajah..cukuplah toh ga nyontek yg penting…lgpula waktu sudah mnunjukkan pukul 06.55..padahal kuliah n pengumpulan tugas adalah jam7 teng..

kejadian seru berlangsung disini…printer saya ngadat..entah kenapa tulisannya USB not recognized mlulu..dan kebingungan berlangsung selama 20menitan..mo pinjem printer temen..eh trnyata tu printer juga uda raib entah kemana..langsung keluar keputusan segera untuk segera ke kampus ngeprint di lab aja,skalian ambil sepatu yg dititip di rak sepatu lab

di parkiran ketemu ma si bendot yg lagi nyari motor..pas ditanya eh,ternyta dia jg mo balik ngeprint tugas anabi (curiga nih,,jgn2 bakal ‘merevisi’ punya temen..hehehe) ysdh gw tinggalin deh tu orang.ampe lab yang dalam keadaan gelap gulita waktu sudah menunjukkan 7.40..harus buru2 nih..absennya pa faisal (dosen anabi gw-Red.) sangant berpengaruh katanya. dan klik pas nyalain komputer..entah kenapa loading to personal setting mluulu…tungggu 5 menit…10 menit…waaahhh..gak bisa..panik2…COMLABS!

dan berlarilah dgn tergopoh2 daku ke CL (FYI,blon mandi loh..) pas nyampe cl..dung!ternyata baru buka jam8..dan walhasil mnunggulah daku sambil mnikmati indahnya pagi di langit ITB..pas jam 8.01 segeralah kusamperin ruang priner comleb..permasalahan berikutnya terjadi..kertasnya gak ada…hahahhaha..ga diridoi bener deh ini hari..yasudah dgn nyante daku ncari kertas di sekitar potokopi labtek biru..untung udah buka walaupun hrus ngu mas2nya potokopi yg pergi ntah kmna…dan pegeprintan sukses dilakukan

tugas berikutnya adalah bgaimana mengumpulkan tu tugas (mneyelundupkan-Red.) sementara daku sudah bertekad untuk ga kuliah ajalah..dan untungnya temen2 lg baik dan lagi2 si bendot mnjadi pahlaan di hari itu yg dgn baik hati mngumpulkan tugas saya dgn selamat insya allah…

IBroh yg bisa diambil:

  • jangan menunda pekrjaan
  • cek kondisi printer setiap saat
  • deadline printing adalh 30menit sebelum pengumpulan tugas
  • jangan bolos lagi di kelas pak faisal kalo km mo dapet minimal B

check this

sayangnya terlihat jelek…gapaplah..maklum

Next Page »