Oleh : A. mustofa Bisri

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau sempat memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja
Kapan kau menyadari celamu sendri?

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertkaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan kau akan menyadari sia-sianya?

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenung arti cinta saja
Kapan kau bercinta?

Kalau kau sibuk berkutbah saja
Kapan kau sempat menyadari kebijakan kutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan kutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikiri?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau dzikiri saja
Kapan kau kan mengenalNya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau akan memuisi?

(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati (mengenal) nya-Nya?
Kalau kau sibuk memakrifati (mengenal)nya-Nya saja
Kapan kau bersatu denganNya?)

β€œKalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengar jawaban!”

Advertisements

pas lagi asik2 di portalnya PR, tiba2 tertegun ama berita ini buat temen2 yang tersadar pasti menyadari tentang mentahnya semangat kita untuk bergerak dan akhirnya tergantikan. ya sudahlah…smoga digantikan dengan amal yang lebih baik dan banyak,,,^^

Tugas Berat Fasilitator Hadapi Kecemburuan Korban Gempa

Senin, 15 Februari 2010 , 00:57:00

CIAMIS, (PRLM).- Sebanyak 156 fasilitator pendamping kelompok masyarakat (pokmas) korban bencana gempa, mulai Senin (15/2) terjun ke lapangan. Salah satu tugas berat yang tampaknya bakal dihadapi oleh fasilitator adalah munculnya kecemburuan sesama anggota pokmas dengan status rumah rusak berat dan sedang.

“Saya memperkirakan tugas paling berat adalah menyangkut kecemburuan sosial anggota pokmas, sebab dana yang dicairkan tidak untuk seluruh anggota pokmas, namun ada pembagian dan prioritas penerima. Dan salah satu tugas kami untuk meyakinkan agar tidak muncul kecemburuan,” tutur salah seorang anggota fasilitator Ucu Indra Maulana, Minggu (14/2).

Disebutkan sesuai ketentuan bantuan stimulan untuk korban gempa, dapat dicairkan apabila seluruh persyaratan administrasi sudah lengkap. Misalnya menyangkut nomor rekening pokmas, selain itu juga alokasi pemanfaatan dana bantuan. “Fasilitator akan membantu bimbingan pemanfaatannya, sehingga nantinya bantuan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Dan kali juga berharap dana tersebut dapat segera dicairkan,” katanya seraya mengatakan jumlah fasilitator untuk Ciamis sebanyak 216, namun yang hadir saat pembekalan hanya 156 orang.

Dia juga mengungkapkan, meskipun belum mengantongi surat tugas, namun akan tetap ke lapangan. Alasannya karena agar dapat segera memberikan bantuan. Meski demikian, tim fasilitator juga minta agar surat tugas maupun penandatangan kontrak dapat segera diselesaikan.

Sementara itu Ketua Pokmas Mekarjaya, Desa Mekarjaya, Kec. Baregbeg, Kab. Ciamis, Welung mengungkapkan telah melengkapi berkas adminsitrasi, berupa nomor rekening pokmas. Pihaknya juga sudah melakukan musyawarah secara terbuka mengenai pembagian atau pencairan bantuan. Sebab, ungkapnya, pada tahap pertama ini tidak seluruh anggota pokmas masuk dalam penerima tahap pertama.

hasil diskusi aneh ama orang yg aneh bin luar biasa…

BAB I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

harus dikenali dulu, apa latar belakang yang membuat kita harus menikah, degan orang yang akan seperti apa dan ingin mencapai apa.

I.2 Tujuan

Apa sih tujuan menikah?sakinah?ridha Allah?ato ‘sekedar’ menjadi satu dari batu bata peradaban Islam?tiap pasangan harus mempunyai tujuan yang jelas di sini.

I.3 Batasan

tiap orang punya batasan, seperti apa dirinya. keluarganya dan segala hal yang lain. Kalo kata orang juga sih, menihak kan tidak hanya bersatunya dua hati, tapi dua keluarga dan dalam ikatan itu membimbing dua kluarga ke Jannah-Nya

I.4 Asumsi

agak bingung…ada yang bisa mendefininiisikan?

I.5 Sistematika

keknya gak nyambung

BAB II Landasan Teori

banyak sih hal yang menjadikan landasan pernikahan, misalnya:

Dari Al Quran dan Al Hadits :

1. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu,
dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu
yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.
JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA.
Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya
kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

3. Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun
dari apa yang tidak mereka ketahui (Qs. Yaa Siin (36) : 36)..

4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri)
dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu
Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian
Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar.. Ruum (30) : 21).

6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan
shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka
itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan
kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan
menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).

8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang
baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rezki yang melimpah
(yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat.
Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang
saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).

10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang
mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada
bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai
Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata.
(Qs. Al Ahzaab (33) : 36).

11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku,
barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian,
bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan
harta (rezeki) bagi kamu(HR. Hakim dan Abu Dawud).

14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.
(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) :
a.Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c.Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”

16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena
mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara. ” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan
kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).

18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan).
Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat
yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).

20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina
mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

dan sebagainya….

(more…)

tulisan ini tiba2 kebaca pas lagi buka halaman ini, lumayanlah buat nambah isi blog walopun dri tulisan orang. nuhun pak ASL..ijin ngopas.

Pak Presiden, di paruh akhir 1990-an saya berjumpa dengan perempuan Iran penjaga stand pada pameran dagang negara-negara Islam yang digelar di Kemayoran. Pakaiannya menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, dan ia ramah sekali menjelaskan apa yang mereka bawa dalam pameran: hanya jagung. Memang, stand Iran waktu itu datang hanya untuk memamerkan jagung dan produk-produk turunan yang bisa dihasilkan dari jagung, seperti minyak, tepung, dan sebagainya.

“Hanya ini yang kami punya,” katanya. Tetapi suaranya terdengar gembira, mungkin bahkan bangga.

Kesulitan setelah perang delapan tahun melawan Irak, yang didukung oleh AS, masih terasakan di negeri bangsa Arya itu. Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya melancarkan embargo yang membuat perekonomian Iran tersuruk-suruk. “Kami hidup dari apa yang kami punya,” kata penjaga stand itu, “dan mengolah sebaik-baiknya apa yang ada di negeri kami. Hari ini kami hanya punya jagung dan kami bisa bangkit dari jagung milik kami.”

Ia menjadi kian bersemangat ketika membicarakan bagaimana mereka menghadapi embargo. Katanya, dulu Imam Husein juga dikepung musuh di padang Kerbala dan tak bisa mendapatkan bahan makanan di tengah kepungan musuh. Namun cucu Nabi itu tak pernah menyerah dalam keadaan sesulit apa pun. “Sekarang kami hanya mencontoh apa yang dilakukan oleh cucu Nabi,” katanya. “Ia teladan kami; ia pemimpin kami.”

Kami bercakap-cakap tidak lama, tetapi ia memberi sesuatu yang inspiratif dan saya selalu bisa mengingatnya sampai sekarang. Perempuan penjaga stand itu juga dengan ringan hati menceritakan bahwa negaranya sedang miskin. Dan kondisi itu disadari sepenuhnya oleh seluruh warga. Pemerintah Iran waktu itu membuat pengakuan kepada seluruh warganya tentang kondisi negara mereka dan kemudian melakukan “kampanye miskin”. Dan saya kira mereka beruntung punya teladan dalam diri Imam Husein.

Anda tahu, Pak Presiden, kampanye semacam ini dengan sendirinya efektif untuk mengusir nafsu-nafsu hedonistik para pejabat publik. Kemabukan akan kemewahan niscaya akan tampak memalukan dan sama sekali tidak punya tempat di sana. Saya yakin tak ada tuntutan-tuntutan berlebihan oleh pejabat publik di saat pemerintah membuat pengakuan kepada warganya bahwa negara sedang miskin. Yang terpenting dari itu, pemerintah sendiri rasa-rasanya agak musykil untuk membelanjakan uang negara demi mobil mewah menteri-menteri atau anggota parlemen. Mereka akan menjadi orang-orang yang memalukan jika di mata publik tampak sebagai orang-orang yang serakah.

Sekarang, kita tahu, Iran bisa bangkit dari rongrongan embargo, dengan tetap gagah. Dan mereka benar-benar bangkit dengan bertumpu pada apa yang mereka punya. Ketika politik membuat negeri itu dikucilkan, diplomasi budaya membuat mereka diterima dengan hangat. Sejak beberapa tahun lalu dunia bisa menyaksikan para sineas mereka menghasilkan film-film yang menakjubkan. Dari sanalah antara lain mereka memasuki pergaulan dunia.

Tak lama setelah pertemuan dengan penjaga stand itu, Pak Presiden, saya membaca berita kecil tentang salah seorang wakil presiden Iran yang berangkat ke kantornya dengan bersepeda. Orang-orang lain segera mengikutinya. Lalu mereka dengan mudah membuat kebijakan bahwa hari Rabu adalah hari bersepeda. Orang-orang mematuhi kebijakan itu dengan senang hati.

Sampai sekarang sesungguhnya saya tak terlalu mengenal Iran, tidak khusus menekuni seluk-beluk negara itu atau Islam syiah yang mereka anut, dan hanya suatu ketika pernah berjumpa dan bercakap-cakap dengan penjaga stand. Namun itu pembicaraan yang terus bisa saya ingat dan, terus terang, “kampanye miskin” yang disampaikannya benar-benar melekat di pikiran saya. Menurut saya itu kebijakan brilian yang bisa disetarakan dengan “New Deal”-nya Franklin Delano Roosevelt ketika Amerika menghadapi depresi besar pasca Perang Dunia I.

Begitulah, Pak Presiden, saya pikir dalam situasi sulit yang diperlukan memang pemimpin yang sanggup memberikan inspirasi melalui kebijakan yang ia tawarkan. Dengan pemimpin semacam itu orang-orang yang paling kesulitan pun bisa memiliki keparcayaan diri untuk bangkit. Sebaliknya, pemimpin yang terlalu defensif hanya akan mengundang kesulitan bagi diri sendiri, dan juga bagi warganya.

Kendaraan seperti motor atau mobil sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitasnya sehari-hari. Dengan penuh setia mereka mengantarkan kita ke manapun yang kita mau. Dan sebagai balasannya tidak lupa kita memberi mereka ‘makan’ dan melakukan maintenance secara rutin. sederhana sekali. Tapi ternyata ada beberapa sisi psikologi dari kendaraan yang sering muncul, entah karena sisi teknis ato sisi ‘ghaib’, dan sisi ini terkadang perlu kita perhatikan karena seharusnya kita menganggap mereka sebagai sahabat atau partner perjuangan πŸ˜€

Mobil pertama keluarga saya adalah su*uki viTAra keluaran tahun 1993, dibeli bapak secara secodhand tahun 1999. Mobil yang cukup prima untuk segala medan, terutama medan Purwodadi dan pelosoknya yang sanngat menantang untuk offroad. cukup nyaman untuk keluarga kecil dengan bagasi yang cukup lebar di belakang. Singkat kata, keluarga saya sangat menyayangi dia sehingga dia sangat ‘betah’ menjadi bagian keluarga kami. Tapi ada kejadian unik, mobil ini selalu rewel kalo dibawa berjalan ke arah barat, it means ke arah Jakarta. Pernah seketika saya berdua ama Bapak ke Jakarta naek vitara, eh baru nyampe Pemalang per kawat pedal gas jebol sehingga gabisa digas tuh mobil. ya akhirnya ngebengkel dulu, untung msh sampe Jakarta, di sana pun cuma puter2 aja benerin mobil. Trus pernah juga kecelakaan di daerah Ambarawa, pintu ke-lock smua di Magelang, dsb. intinya kata bapak-ibu sih nih mobil ga mau dibalikin ke Jakarta. Dan skitar 2008, saat keluarga saya mulai menabung untuk beli mobil bar, si vitara mulai ngambek2, dari yg susah distarter, AC mati, jendela macet dsb. dan akhirnya dijual lagi,,hm,,smoga km bahagia di sana.

Kendaraan saya yang lain adalah si suprii (supr*-itemijo)kluarang taun 2000. Motor yang sudah menemani saya sejak SMP sampe SMA (walo sempet putus 6 bulan krna ‘tergoda’ Sho*un merah) dan balik lagi sejak di bandung sampe sekarang. cukup bandel di jalan lurus tapi letoy di tanjakan :p. Ini motor juga penuh jiwa ‘mistis’, pasti ada aja bikin masalah kalo udah lama gak dicuci, ato barusan gara2 diparkir 2 malem di parkir ITB, eh si dia masuk angin..ampe mogok n harus di tuntun buat cari bensin n bengkel. ya untungnya gak ngambek gara2 udah hampir setahun tuh motor gak punya KTP πŸ˜€

Kalo temen2 pernah nnton Avatar the Movie mungin inget pas adegan si JakeSully ketemu dngan suku-yang-warnanya-biru2-aneh trus diajarin naek kuda ama naek burung, di mana si pengendaranya harus mempunyai bond atau ikatan dengan tunggangannya, mugkin begitu pula kita dengan mobil atau motor kita. Kita harus mampu merasakan pula apa yang dia rasakan. Saat dia lelah mesin kepanasan karena kita ajak jalan jauh, mungkin dia perlu istirahat. Saat tanjakan dan suara mesinnya menjerit dan rantainya berderit, mungkin kita perlu bersabar. Saat badannya pnuh lumpur mungkin perlu segera kita mandikan. Saat kita parkir dia di luar ruangan dan kehujanan, dia mungkin masuk angin dan perlu kita amankan. Saat waktunya di lapar atau haus ya dikasih makan. dan tentu saja maintenance rutin dan menyeluruh.

Yup, driving or riding itu sangat menyenangkan apalgi disertai dengan kondisi pengendara dan kendaraan yang fit. So, kendaraan adalah teman^^

hilang lagi momentum

hilang lagi kesempatan

tapi kesempatan tidak datang sendiri

dan momentum juga tidak datang sendiri

mari kita ciptakan

[H-12 pendaftaran sidang untuk wisuda April’10]

[H-22 batas akhir pengumpulan draft tugas akhir untuk wisuda April’10]

[H-40 batas akhir sidang untuk wisuda April’10]

“..sebuah negara tidak akan kekurangan pemimpin selama anak mudanya masih ada yang suka naik gunung..” (Soekarno)

-eh bener ga sih soekarno yg bilng?-

entah kenapa beberapa bulan ini ingin menantang alam, mencari limit dan batas dari kemampuan diri. ada rasa puas setelah menaklukkan tantangan tersebut. sebuah hal yang kiranya masih sedikit ‘manja’ dari diriku ini yang merasa kurang mendapat tantangan berlebih. Padahal hidupku dngan segala kompleksitasnya sudah cukup membebani. tapi entah kenapa…

aku bukan pendaki gunung yang baik. agak kurang di fisik dan stamina, salah sendiri sih jarang olahraga. cepet ngos2an apalgi untuk jalur pendakian kek gitu. blum lagi kaki kiri-ku sering bermasalah. tapi aku suka hiking n trekking, berjalan santai melintasi alam..menikmati indahnya ciptaan Allah..

hm, kapan ya?

28 februari—> Progo river grade 5+ (FYI, serayu kmrn cuman 3-4 gradenya)

Maret —> mungkin di Bromo

6-7 Maret —> berani gak ke Papandayan?huff…

Kapan ke Gede?

Bismillah..