diary


yup..yup..yup…

lagi banyak ide nulis pemirsa, kita kumpulin dululah ya,itung2 meniatkan:

1. ttg perkereta-apian,niatnya pgn banyak nulis, tentang kisahnya atopun ttg moda transportasi darat. tapi keknya cukup satu tulisan dulu. dan juga tips ngekonomi,tapi kurang afdhiol coz blum semua jalur di pulo jawa terjajahi,jalur utara aja belon..huhuhu

2. ttg Grobogan 2011-2016

3. ttg watak satria Jawa

4. opo meneh ya?udah keknya 😀

sampe ketemulah

Advertisements

One Chapter of Life

SJB-KCA,13-10-2010,19.01 pm-04.48 am
This is only a small paper, about 10×8 cm, but it will lead me to a long journey-even just 12 hour.

20.31
That old man just quiet on that place, a small place that connect the locomotive and the coach. He looks like my grandfather, but smaller and offcourse younger. His white shirt seems wet because of rain, maybe

he already sit there for two hour, he took a bath with a rain on the place where he sit.
“I come from Sragen, and I want to go to Ciamis..”,he said in south Javanesse accent, one from lot of person who want to find some life in another place, about 300 km.
The cold wind hit his old body this night, at this small place, in the small side of locomotive, maybe 8 people join with us. No more space at the coach for us.

“Please move from that place! Your leg may be broken on that connection!”, station officer shouted to us at Lempuyangan. Something that maybe you must pay for Rp 26,000.

22.15
Some passanger out, more passanger came in. It makes the condition at the coach never feel better. Standing space is as full as the the chair, some people sit on the floor. And some trader move along the small

space of us, with their big bag of food or drink, shouted their stuff.

My leg hit something when I want to change my standing position. Maybe a bag that placed on the floor, I tried to move it under the chair.
” ‘It’ is my brother..”,someone poked my shoulder, “..he was sick today, so he can’t standing well, he already there since Madiun Station,,”, 4 hours ago.
“Kroya, we will visit our grandmother”, maybe next 4 hour they’ll come at Kroya. They called it ‘silaturahim’.

01.33
Two guys move closing at me, the white shirt has a red hair, his ciggarets  on his finger poluted the air on this coach. His friend has a dark skin, his un-sleeve black shirt revealed a tatto, I can see it clearly what

picture is it. The white one sit at the floor.
Pickpocket! I touched my handphone at my sidepocket, so did my wallet at backpocket. It was there, right now.

“It’s very hot here..”, the white shirt shout to his friend with his west region of Central Java accent. He stands up and ask the black shirt to replace his place. Sitting on the floor with a piece of newspaper as a

cover, same as other passanger. I just stand near from them, still with the same position: touch my pocket regularly.

Next two hour, the black shirt stands up from the floor, talked to me; “Bro, please replace my place. We will go down at Sidareja, maybe on two hour, you can sit here.”

06.15
The baby was crying, make some passenger woke up from his sleep. His father turn on his ciggarets, and his mother try to keep him on her chest. In the next minutes, the baby stop crying, he laid on the chair

with his head on his fathers thigh. His mother turn on her ciggaret, it’s smoke blow at her child. Then she ask two cup of coffe for her husband and herself. The sun shine and cold morning wind through the

window, with the beautiful scenery of East Pasundan mountain range. What a life!

09.45
“Next year, don’t use this train anymore..”, a young man shout to his wife. They still young, maybe just married, their wedding ring still place on their sweet-finger.
“My boss will angry at me, I should come to the office at 8, but we are still here darling,,”,his wife just smiling, she tired, standing from Madiun to Tasikmalaya, it’s about 10 hour with the crowded situation at the

coach almost during the journey. About Rp 31.000 from Madiun to Bandung, 700-1000 passenger every trip. Someone should thinking more deeply within this condition.

10.37
It stop. I climbed down. This is my first step at this city. My cellphone ringing, a short message.
“Pick a white car with yellow and green strips, ask the driver to stop at Simpang.
Call me when you come at Simpang, I will pick you there.
-mas Adhi-”

Welcome to the real life.

SoloJebres-Kiaracondong, 13-14 September 2010

sudah lama lembar ini bersih dari guratan
dan tinta ini makin mengering
sudah lama mata ini menatap
dan hati ini pun berdering

dan lagi kutoreh sebuah kata
menjalin makna dari mata turun ke hati
sebuah olahan kehidupan

saat junk menjadi sebuah puisi
saat komen-komen menjadi sebuah kritik kehidupan
saat status diary menjadi sebuah inspirasi

dan diantara cemoohan orang biarlah aku tetap menulis
dan diantara kernyitan dahi mereka aku akan berkreasi
dan diantara keburukan literasi aku menuangkan pikir

Biar mata dan hati ini menggerakkan jemari..
memulai lembar baru
menari menggores tinta kehidupan
menemukan makna skenario-Nya.

ANTARA KAKI SINDORO DAN LERENG TANGKUBAN PERAHU

Memang setiap wajah akan dipertemukan
saling bertemu dan meninggalkan kesan
Begitulah kehidupan
Walau kesan pertama kadang menipu

Setiap manusia memiliki lintasan takdir yang aneh memang
rumit tapi menakjubkan
dan di setiap perlintasan itu pasti ada pelajaran dan hikmah yang bisa direnungkan

Kesan pertama pulalah yang menjadi kunci pintunya
dan kesan pertama bisa jadi petunjuk
apa ada dua lintasan takdir yang bisa dipertemukan dalam kerumitan
sehingga saling belajar akan hikmah, pelajaran dan kehidupan

walau kesan pertama sering adalah sebuah penipuan
saat kuncinya tak terbuka untuk menanyakan nama, bibit, bebet, dan bobotnya
ibarat sebuah kue yang tidak kita ketahui
mungkin mengandung rum yang mengharamkan
atau sudah berpemilik

Dan,
Di kaki Sindoro aku menapak
terlilit kabut berbalut asa
membekas sebuah kesan pertama
Dan di dinginnya lereng Tangkuban Perahu, membeku tapi terus membekas
dingin menanti sebuah lintasan takdir
yang mungkin akan mempertemukan dalam sebuah kerumitan lain

Oleh : A. mustofa Bisri

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau sempat memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja
Kapan kau menyadari celamu sendri?

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertkaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan kau akan menyadari sia-sianya?

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenung arti cinta saja
Kapan kau bercinta?

Kalau kau sibuk berkutbah saja
Kapan kau sempat menyadari kebijakan kutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan kutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikiri?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau dzikiri saja
Kapan kau kan mengenalNya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau akan memuisi?

(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati (mengenal) nya-Nya?
Kalau kau sibuk memakrifati (mengenal)nya-Nya saja
Kapan kau bersatu denganNya?)

“Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengar jawaban!”

hasil diskusi aneh ama orang yg aneh bin luar biasa…

BAB I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

harus dikenali dulu, apa latar belakang yang membuat kita harus menikah, degan orang yang akan seperti apa dan ingin mencapai apa.

I.2 Tujuan

Apa sih tujuan menikah?sakinah?ridha Allah?ato ‘sekedar’ menjadi satu dari batu bata peradaban Islam?tiap pasangan harus mempunyai tujuan yang jelas di sini.

I.3 Batasan

tiap orang punya batasan, seperti apa dirinya. keluarganya dan segala hal yang lain. Kalo kata orang juga sih, menihak kan tidak hanya bersatunya dua hati, tapi dua keluarga dan dalam ikatan itu membimbing dua kluarga ke Jannah-Nya

I.4 Asumsi

agak bingung…ada yang bisa mendefininiisikan?

I.5 Sistematika

keknya gak nyambung

BAB II Landasan Teori

banyak sih hal yang menjadikan landasan pernikahan, misalnya:

Dari Al Quran dan Al Hadits :

1. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu,
dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu
yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.
JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA.
Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya
kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

3. Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun
dari apa yang tidak mereka ketahui (Qs. Yaa Siin (36) : 36)..

4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri)
dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu
Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian
Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar.. Ruum (30) : 21).

6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan
shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka
itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan
kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan
menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).

8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang
baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rezki yang melimpah
(yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat.
Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang
saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).

10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang
mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada
bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai
Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata.
(Qs. Al Ahzaab (33) : 36).

11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku,
barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian,
bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan
harta (rezeki) bagi kamu(HR. Hakim dan Abu Dawud).

14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.
(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) :
a.Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c.Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”

16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena
mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara. ” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan
kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).

18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan).
Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat
yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).

20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina
mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

dan sebagainya….

(more…)

Kendaraan seperti motor atau mobil sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitasnya sehari-hari. Dengan penuh setia mereka mengantarkan kita ke manapun yang kita mau. Dan sebagai balasannya tidak lupa kita memberi mereka ‘makan’ dan melakukan maintenance secara rutin. sederhana sekali. Tapi ternyata ada beberapa sisi psikologi dari kendaraan yang sering muncul, entah karena sisi teknis ato sisi ‘ghaib’, dan sisi ini terkadang perlu kita perhatikan karena seharusnya kita menganggap mereka sebagai sahabat atau partner perjuangan 😀

Mobil pertama keluarga saya adalah su*uki viTAra keluaran tahun 1993, dibeli bapak secara secodhand tahun 1999. Mobil yang cukup prima untuk segala medan, terutama medan Purwodadi dan pelosoknya yang sanngat menantang untuk offroad. cukup nyaman untuk keluarga kecil dengan bagasi yang cukup lebar di belakang. Singkat kata, keluarga saya sangat menyayangi dia sehingga dia sangat ‘betah’ menjadi bagian keluarga kami. Tapi ada kejadian unik, mobil ini selalu rewel kalo dibawa berjalan ke arah barat, it means ke arah Jakarta. Pernah seketika saya berdua ama Bapak ke Jakarta naek vitara, eh baru nyampe Pemalang per kawat pedal gas jebol sehingga gabisa digas tuh mobil. ya akhirnya ngebengkel dulu, untung msh sampe Jakarta, di sana pun cuma puter2 aja benerin mobil. Trus pernah juga kecelakaan di daerah Ambarawa, pintu ke-lock smua di Magelang, dsb. intinya kata bapak-ibu sih nih mobil ga mau dibalikin ke Jakarta. Dan skitar 2008, saat keluarga saya mulai menabung untuk beli mobil bar, si vitara mulai ngambek2, dari yg susah distarter, AC mati, jendela macet dsb. dan akhirnya dijual lagi,,hm,,smoga km bahagia di sana.

Kendaraan saya yang lain adalah si suprii (supr*-itemijo)kluarang taun 2000. Motor yang sudah menemani saya sejak SMP sampe SMA (walo sempet putus 6 bulan krna ‘tergoda’ Sho*un merah) dan balik lagi sejak di bandung sampe sekarang. cukup bandel di jalan lurus tapi letoy di tanjakan :p. Ini motor juga penuh jiwa ‘mistis’, pasti ada aja bikin masalah kalo udah lama gak dicuci, ato barusan gara2 diparkir 2 malem di parkir ITB, eh si dia masuk angin..ampe mogok n harus di tuntun buat cari bensin n bengkel. ya untungnya gak ngambek gara2 udah hampir setahun tuh motor gak punya KTP 😀

Kalo temen2 pernah nnton Avatar the Movie mungin inget pas adegan si JakeSully ketemu dngan suku-yang-warnanya-biru2-aneh trus diajarin naek kuda ama naek burung, di mana si pengendaranya harus mempunyai bond atau ikatan dengan tunggangannya, mugkin begitu pula kita dengan mobil atau motor kita. Kita harus mampu merasakan pula apa yang dia rasakan. Saat dia lelah mesin kepanasan karena kita ajak jalan jauh, mungkin dia perlu istirahat. Saat tanjakan dan suara mesinnya menjerit dan rantainya berderit, mungkin kita perlu bersabar. Saat badannya pnuh lumpur mungkin perlu segera kita mandikan. Saat kita parkir dia di luar ruangan dan kehujanan, dia mungkin masuk angin dan perlu kita amankan. Saat waktunya di lapar atau haus ya dikasih makan. dan tentu saja maintenance rutin dan menyeluruh.

Yup, driving or riding itu sangat menyenangkan apalgi disertai dengan kondisi pengendara dan kendaraan yang fit. So, kendaraan adalah teman^^

Next Page »