menyimak beberapa berita beberapa hari ini:
- tawuran di pamulang akibat petasan..6 tewas terjebur di danau
- demo rusuh supir angkot di medan
- demo rusuh terkait hasil pilkada sumsel
- tragedi pembagian zakat di pasuruan
- tawuran antar fakultas di ternate
- kisruh di KPUD terkait status PKB
- isu2 hangat terkait aliran dana BLBI
- dsb..
miris euy…gimana ya peran ramadhan bisa mempengaruhi mereka saat apa yang merka lakukan tidak mencerminkan yang seharusnya. apa yang kita maknai tentang ramadhan itu sendii dan sudah teatkah posisi kita sat ini. saat hati ucap dan tangan tidak menjadi satu…
ya Allah…
merenung mode:ON
September 16, 2008 at 2:34 am
walau bagaimanapun, kita harus berterima kasih kepada h. syaikhon dan para korban zakat di pasuruan. karena, dg peristiwa yg menimpa mereka inilah, kita semakin tersadarkan akan pentingnya zakat dilakukan dg ikhlas dan profesional…
September 17, 2008 at 8:51 am
terima kasih sharing info/ilmunya…
semoga bisa diambil pelajarannya…
selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…
mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah…? untuk itu saya membuat tulisan tentang
“Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html
semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
September 28, 2008 at 7:27 am
iya, kenapa, ya? padahal seharusnya setiap orang bisa merasakan sakinah di dalamnya…
bentar lagi selesai Ramadhan ini. memang butuh refleksi panjang dengan semua yg terjadi
September 29, 2008 at 6:40 pm
itulah yang terjadi ketika pemaknaan dari bulan ramadhan kurang menghujam ke dalam diri seorang muslim…
October 6, 2008 at 8:11 am
Ayo mas adhi mari kita merenung..
Sbnrnya apa yg menjadi “akar” masalah bangsa ini?
Padahal..
Pengajian udah jd fashion..
Bank syariah uda mulai menjamur dimana mana..
Media (Sinetron + film bioskop + lagu) bernafaskan islam membludak, baik romantis maupun nuansa keTuhanan..
Banyak aktivis kelas kakap di lingkungan kampus yang katanya Gak OMDO aja!
Pemimpin kita jg orang beragama Islam..
Sistem demokrasi kita jg dilakoni oleh para haji dan haja..
Lantas, apa yg salah?
AKAR MASALAH itu dimana ya?
Apa yg bs kita perbaiki ya?
Bgmn caranya?
Sok, mas adhi, dgn senang hati mari kita merenung..
(Seperti Rasul yg merenung di Gua Hira ketika melihat keadaan sekitarnya)
October 7, 2008 at 2:58 am
jgn lama2 tapi merenungnya dek yeris
November 3, 2008 at 3:06 am
nah tuh dia Dhi,,
kita lagi diingetin ma Allah SWT..
tergantung gmana kita nyikapinnya, ga cuma bicara, ga cuma ngeliat, ga cuma komentar.
ga kaya gw.. hahaha
????…
November 9, 2008 at 8:31 am
Banyak orang mulai bergerak..
Mirisnya, sangat banyak yang bergerak itu..
ga sadar dan ga ngerti hakikinya apa yang mereka perjuangkan..
Adapun yang mengerti, tapi salah memperjuangkannya..
Kalo perjuangan menurut cara kita masing-masing, buat apa Rasul diutus?
Buat apa Rasul dibicarakan di Al Quran agar menjadi contoh dalam segala aspek kehidupan?
“Jika kau mencintai Allah, maka ikutilah aku (Rasul)”
Bener ga kak? Salahkah pemikiran saya?
Adapun yang mengerti, tapi tidak tahu bagaimana bergerak, walhasil, timbullah pemikiran umum :”daripada gua diem, mending gua ikut-ikutan orang kebanyakan, toh gua juga ikut exist dan terkenal kan?? (di mata manusia)”
^^
Bener, jangan kelamaan mikir..
Thanks kak peringatannya..
Manis..
Harus disiplin! Astaghfirullah…
Semua hal yang BIASA belum tentu BENAR,
tetapi yang BENAR harus diBIASAkan..
dan harus diperjuangkan dengan ilmu dan cara yang BENAR!
Betul kan kak?
^^